KomandoRakyat – Operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengguncang Sulawesi Utara. Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Senin (21/9/2026).
Penindakan ini dikonfirmasi langsung Ketua KPK Setyo Budiyanto. Saat dikonfirmasi mengenai operasi senyap KPK, Setyo membenarkan timnya sedang bergerak di lapangan.

“Benar, sedang ada kegiatan di lapangan,” ujar Setyo, Senin (21/9/2026).
Informasi terbaru menyebutkan, KPK mengamankan 14 orang dalam rangkaian OTT tersebut. Lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Sirajudin Lasena, sementara delapan orang diamankan di wilayah Sulawesi Utara dan satu lainnya di Gorontalo.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut operasi tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut yang berhubungan dengan proyek-proyek di daerah tersebut.
Namun, hingga kini konstruksi perkara secara lengkap belum diumumkan KPK.
Penindakan ini juga diikuti langkah penyegelan sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemkab Bolmut. Laporan media menyebut beberapa ruangan dinas turut disegel oleh tim KPK.
Sirajudin Lasena merupakan Bupati Bolmut yang berpasangan dengan Mohammad Aditya Pontoh. Pasangan SIAP meraih 18.479 suara atau 34,69 persen pada Pilkada Bolmut.
Dalam kontestasi tersebut, Sirajudin-Aditya diusung antara lain oleh PDI Perjuangan dan PPP, dengan dukungan Hanura.
Meski telah diamankan, para pihak yang terjaring OTT masih menjalani proses pemeriksaan.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka sebelum mengumumkan langkah hukum selanjutnya.
KPK diperkirakan akan membeberkan konstruksi perkara, pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, serta barang bukti yang diamankan setelah proses pemeriksaan dan ekspose perkara rampung.
























