KomandoRakyat – Borok internal Partai Demokrat Sulawesi Utara mulai terbongkar ke permukaan. Kader Demokrat Jhon Sumual (JOS) secara resmi menyeret tiga nama pengurus teras, Sekretaris DPD Stendy Stenly Rondonuwu, Ketua BPOKK DPD Brillian Charles, dan Ketua DPC Kota Manado Nortje Van Bone ke hadapan DPP Partai Demokrat akibat dugaan praktik penipuan terselubung dan pemufakatan jahat berkedok pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Billy Lombok (BL).
Bukan main-main, aroma busuk dugaan pemerasan dan tipu-tipu ini melibatkan angka fantastis yang mencapai ratusan juta rupiah demi memuluskan syahwat politik praktis para oknum pengurus tersebut.

Aliran Dana Gelap di Balik Urusan PAW
- Rp250 juta: Upeti awal yang diduga digarong melalui modus pengurusan administrasi PAW Billy Lombok.
- Rp35 juta: Tambahan setoran tunai hasil “koordinasi” atas petunjuk Brillian Charles yang secara kontroversial diserahkan langsung kepada Nortje Van Bone.
Uang haram senilai Rp35 juta tersebut, menurut keterangan Sumual, secara licik dikemas sebagai dalih untuk “membantu” Sekretaris DPD Demokrat Sulut melancarkan pengurusan surat PAW di meja BPOKK DPP Partai Demokrat di Jakarta.
Rangkaian aksi culas ini diduga kuat dikerjakan secara keroyokan dan terstruktur oleh Stendy, Brillian, dan Nortje untuk mengeruk keuntungan pribadi di atas penderitaan sesama kader.
Meski seluruh borok ini baru bersumber dari laporan pengaduan pihak Sumual ke DPP Partai Demokrat, aroma skandal busuk ini telanjur mencoreng wajah kepengurusan Partai Demokrat Sulut dan menuntut sanksi tegas tanpa kompromi.























