Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Ekonomi Bisnis

Alih Fungsi Moral Demi Panggung E-Sports: Ketika Mission Center GMIM Disulap Jadi Arena “Chicken Dinner” Restu Andrei Angouw

badge-check

Andrei Angouw saat menerima Agung Chaniago selaku Country Manager PUBG Mobile Indonesia dan perwakilan Infinix yang diwakili Sergio Ticoalu selaku Southeast Asia Marketing Director. (dok/grafis.pemkotmanado/KomandoRakyat) Perbesar

Andrei Angouw saat menerima Agung Chaniago selaku Country Manager PUBG Mobile Indonesia dan perwakilan Infinix yang diwakili Sergio Ticoalu selaku Southeast Asia Marketing Director. (dok/grafis.pemkotmanado/KomandoRakyat)

KomandoRakyat – Keputusan kontroversial diambil oleh Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw.

‎Alih-alih menyediakan fasilitas publik yang netral, Pemkot Manado justru merestui penggunaan Mission Center GMIM sebuah bangunan yang selama ini lekat dengan identitas pelayanan rohani dan umat Kristiani sebagai arena utama Grand Finals turnamen e-sports berskala nasional, PUBG Mobile Pro League (PMPL) ID Fall 2026.

‎Langkah ini sontak menuai sorotan tajam publik. Di saat fungsi dasar gedung tersebut seharusnya menjadi pusat pembinaan moral dan spiritual umat, tangan dingin pemerintah justru mengubahnya menjadi lautan sorak-sorai, banting smartphone, dan adu tembak virtual demi mengejar pencitraan modernisasi pemuda.

‎Agung Chaniago, Country Manager PUBG Mobile Indonesia, sebelumnya mengklaim pemilihan Manado tak lepas dari sokongan penuh pemerintah daerah

‎Namun, dukungan yang dibanggakan ini menyisakan tanda tanya besar di kalangan masyarakat: apakah ambisi mengejar predikat “kota ramah e-sports” harus mengorbankan marwah fasilitas keagamaan?

‎Kehadiran sponsor besar seperti Infinix melalui lini gaming-nya, Infinix GT 50 Pro, kian menegaskan bahwa gelaran berhadiah total USD 90.000 (sekitar Rp1,56 miliar) ini lebih mengutamakan nilai ekonomis dan panggung korporasi ketimbang pertimbangan etis pemanfaatan aset umat.

‎Hingga berita ini diturunkan, babak penentuan yang berlangsung sejak 28 hingga 30 Agustus 2026 di dalam gedung pelayanan rohani tersebut terus berjalan di tengah kritik pedas masyarakat yang menilai Pemkot Manado kehilangan komitmen dalam menjaga batas antara ruang sekuler, komersial, dan kesucian fasilitas keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo Resmi Jabat Kabid Humas Polda Sulut

15 Okt 2026 - 14:08 WIB

Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo Resmi Jabat Kabid Humas Polda Sulut

Disersi Sampai Penggelapan, Sejumlah Personel Polda Sulut Dipecat

14 Okt 2026 - 12:18 WIB

Disersi Sampai Penggelapan, Sejumlah Personel Polda Sulut Dipecat

Operasi Gabungan Polda Sulut dan Kementerian Kehutanan Tertibkan Tambang Ilegal di Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

13 Okt 2026 - 16:17 WIB

Operasi Gabungan Polda Sulut dan Kementerian Kehutanan Tertibkan Tambang Ilegal di Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Sario Manado, Polda Sulut Kerahkan Dua Mobil AWC

12 Okt 2026 - 20:00 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Sario Manado, Polda Sulut Kerahkan Dua Mobil AWC

Delapan Poin Penting Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi: Wujudkan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ yang Nyata

12 Okt 2026 - 16:58 WIB

Delapan Poin Penting Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi: Wujudkan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ yang Nyata
Trending di Hukum Kriminal