KomandoRakyat – Acara perayaan ulang tahun di Kelurahan Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang, Kota Manado, berujung pada aksi kekerasan, Jumat (9/10/2026) pagi. Dua orang pria berinisial JL (18) dan YP (24) harus mendekam di sel tahanan setelah diduga kuat terlibat dalam penganiayaan brutal terhadap seorang pemuda berinisial PK (26).
Insiden yang meresahkan warga sekitar ini terjadi di sebuah jalan setapak pada pukul 05.30 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, awal mula kejadian bermula ketika korban menghadiri sebuah acara ulang tahun dan berkumpul bersama rekan-rekannya. Namun, suasana pesta yang seharusnya hangat mendadak berubah mencekam.

Perselisihan tak terhindarkan akibat dipicu oleh persoalan pribadi serta dendam lama yang membara di antara mereka. Situasi yang memanas dengan cepat berujung pada pengeroyokan dan aksi kekerasan fisik terhadap korban.
Akibat hantaman bertubi-tubi tersebut, korban PK mengalami luka-luka serius di bagian tubuhnya, termasuk luka memar di wajah, hidung berdarah, serta pembengkakan hebat pada bagian kepala. Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan medis darurat.
Gerak Cepat Polsek Wenang
Menerima laporan terkait tindak pidana kekerasan tersebut, jajaran personel Polsek Wenang tak tinggal diam. Tim yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Wenang, AKP Ronald V. Sabaja, langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 08.15 WITA.
Berbekal informasi di lapangan, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan kedua terduga pelaku, JL dan YP, tanpa perlawanan berarti. Keduanya langsung digelandang ke Markas Komando (Mapolsek) Wenang guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Imbauan Tegas Kapolsek
Menanggapi insiden berdarah ini, Kapolsek Wenang AKP Ronald V. Sabaja menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat luas agar tidak mudah main hakim sendiri.
“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan secara bijak dan melalui jalur hukum. Kami mengimbau masyarakat untuk mengendalikan diri dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing,” tegas AKP Ronald.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Wenang masih terus mendalami kasus ini guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap tuntas peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut.

























