KomandoRakyat – Ajang yang seharusnya menjadi panggung sportivitas pelajar justru diwarnai kericuhan. Pertandingan Tinju Liga Pelajar Manado di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026) pekan lalu, dilaporkan tak hanya memanas di dalam arena, tetapi berlanjut hingga ke luar gedung.
Ironisnya, di tengah situasi yang seharusnya dikendalikan secara profesional, nama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Manado, Bonix Saweho, justru ikut terseret dalam insiden yang kini menjadi sorotan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kericuhan awalnya terjadi setelah seorang lelaki bernama Basten diduga melakukan pemukulan terhadap penonton yang berada di lokasi pertandingan.
Salah satu warga yang disebut menjadi korban adalah Robby Warong, warga asal Bahu, Manado.
Situasi kemudian semakin panas ketika persoalan di dalam arena merembet hingga ke luar gedung. Robby yang merasa keberatan atas kejadian tersebut disebut kemudian didatangi Bonix Saweho.
Namun, bukannya situasi menjadi lebih dingin, muncul dugaan insiden kekerasan lainnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Bonix Saweho bersama sejumlah orang yang disebut merupakan petinju diduga terlibat dalam pemukulan terhadap seorang warga bernama Nyong Tery.
Nyong Tery saat itu disebut sedang merekam situasi menggunakan telepon selulernya. Dalam kericuhan tersebut, ia diduga menjadi sasaran pemukulan hingga terjatuh.
Yang membuat persoalan ini semakin menjadi sorotan adalah dugaan tindakan Bonix terhadap warga yang tengah merekam kejadian.
Menurut informasi yang diperoleh, Bonix Saweho disebut mendatangi warga tersebut dan memerintahkan agar rekaman video tidak dilanjutkan, bahkan disebut meminta video yang telah direkam untuk dihapus.
Jika informasi tersebut benar, persoalan ini tentu bukan lagi sekadar kericuhan pertandingan tinju. Sebab, kejadian tersebut menyangkut dugaan kekerasan sekaligus tindakan terhadap warga yang sedang merekam sebuah peristiwa di ruang publik.
Nyong Tery kemudian disebut langsung mendatangi Polresta Manado untuk melaporkan kejadian tersebut. Korban juga dikabarkan telah menjalani pemeriksaan medis atau visum sebagai bagian dari proses penanganan laporan.
Informasi menyebutkan, korban kemungkinan kembali memberikan keterangan kepada penyidik pada Minggu (6/9/2026).
Peristiwa ini pun memunculkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin sebuah kegiatan olahraga pelajar yang seharusnya mengedepankan sportivitas, disiplin dan pengendalian diri justru berujung pada dugaan kekerasan di luar arena?
Terlebih, nama pejabat yang memiliki tanggung jawab atas sektor kepemudaan dan olahraga di Kota Manado disebut dalam rangkaian kejadian tersebut.
Bonix Saweho sendiri diketahui merupakan mantan atlet tinju. Namun, status dan pengalaman di dunia olahraga tentu semestinya menjadi modal untuk menjaga ketertiban dan sportivitas, bukan justru menambah panas situasi jika dugaan yang disampaikan para pihak tersebut nantinya terbukti.
Desakan Evaluasi Pejabat
Mencuatnya dugaan insiden tersebut turut memunculkan desakan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, AARS, melakukan evaluasi terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Manado, khususnya mereka yang memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan kepemudaan dan olahraga.
Evaluasi dinilai penting untuk memastikan setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat, terlebih kegiatan olahraga pelajar, berlangsung aman, tertib dan sesuai dengan prinsip sportivitas serta profesionalitas aparatur pemerintah.
Desakan tersebut juga disebut sebagai bentuk perhatian publik agar dugaan kejadian yang terjadi di sela-sela kegiatan Liga Pelajar Manado dapat ditangani secara transparan dan tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap persoalan yang terjadi.
Namun demikian, evaluasi tersebut diharapkan tetap dilakukan secara objektif dan berdasarkan fakta serta hasil klarifikasi dari seluruh pihak terkait, sehingga tidak mendahului proses pemeriksaan maupun penanganan hukum apabila laporan terkait insiden tersebut berlanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, Bonix Saweho belum memberikan keterangan terkait dugaan keterlibatannya dalam insiden tersebut maupun informasi mengenai dugaan permintaan penghapusan rekaman video.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memastikan rangkaian peristiwa secara utuh. Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diperoleh sementara, serta tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan kesalahan atau keterlibatan pihak tertentu sebelum adanya proses pemeriksaan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Bonix Saweho maupun pihak terkait lainnya sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.

























