KomandoRakyat – Pergantian tongkat komando Polda Sulawesi Utara (Sulut) membawa harapan baru terhadap sejumlah perkara yang masih bergulir, termasuk penyelidikan dugaan penggelapan dana Rp5,2 miliar milik Yayasan GMIM.
Brigjen Pol Yudho Hermanto dipercaya menjadi Kapolda Sulut dalam mutasi terbaru Polri. Ia memiliki rekam jejak panjang di bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), terakhir menjabat Karopaminal Divpropam Polri sejak 12 Maret 2025.

Pengalaman tersebut membuat publik menaruh ekspektasi terhadap kepemimpinannya, terutama dalam memastikan perkara yang menjadi perhatian masyarakat tidak berhenti tanpa kepastian.
Kasus dugaan penggelapan dana Rp5,2 miliar Yayasan GMIM menjadi salah satu perkara yang ditunggu perkembangannya. Penyelidikan disebut masih terus dipacu Polda Sulut.
Kini, publik menunggu langkah Kapolda baru: apakah proses penyelidikan akan terus dikawal hingga terang dan memperoleh kepastian hukum sesuai bukti yang ditemukan?
Yudho Hermanto juga diharapkan tidak hanya meneruskan proses yang sudah berjalan, tetapi memastikan setiap perkara ditangani secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan hukum.
Tongkat komando boleh berganti. Namun, kasus yang sudah bergulir jangan sampai ikut berhenti.

























